Menurut Saut, proses penerbitan obligasi BTN kali ini terus berjalan dan rencananya perdana pertama standing agreement akan berlangsung pekan ini. Dalam penerbitan kali ini, BTN menggunakan jasa perusahaan penjamin emisi Bahana Securities, Mandiri Sekuritas, dan Indo Premier Securities.
Surat utang ini memiliki tenor selama 10 tahun. Dana hasil obligasi akan digunakan perseroan untuk membiayai kredit perumahan yang merupakan bisnis inti perusahaan.
"Penerbitan obligasi ini sesuai rencana kerja perusahaan tahun 2010 dan sudah memperoleh persetujuan pemegang saham," kata dia.
Dengan penerbitan obligasi ini, BTN tercatat sudah menerbitan surat utang senilai Rp 6,35 triliun. Dari nilai itu, obligasi yang masih outstanding sebesar Rp 3,25 triliun, sisanya sudah jatuh tempo dan dilunasi perusahaan.
|