Tidak hanya Pertamina, BNY Mellon juga berminat terhadap American Depositary Receipt (ADR) PT Garuda Indonesia. "Tapi kami menunggu mereka jadi perusahaan terbuka dulu, karena untuk ADR, Garuda harus jadi perusahaan publik," kata Budi.
ADR merupakan sertifikat investasi pada saham perusahaan non-Amerika Serikat. Saham perusahaan non-AS tersebut diperdagangkan di bursa negara asal di luar AS, sedangkan ADR diperdagangkan di bursa AS.
Mekanisme ini memungkinkan investor AS berinvestasi secara langsung pada saham emiten asing (non-AS). ADR juga memberikan kenyamanan kepada investor AS untuk berinvestasi pada perusahaan asing tanpa khawatir dengan aturan lintas batas dan lintas mata uang.
Saat ini klien BNY Mellon di Indonesia antara lain PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Indosat Tbk (ISAT).
“BNY Mellon akan bekerja sama dengan beberapa bank di Indonesia di area kredit finansial, dan transaksinya biasanya dalam dolar AS," kata Chairman of Asia Pasific for The BNY Mellon, Christoper R Sturdy M. "Kami akan melanjutkan kerja sama dengan beberapa perusahaan asal Indonesia yang memiliki potensi besar.”
Menurut dia, fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat dan terus tumbuh. Karena itu, perusahaan kelas dunia saat ini tengah membidik agar bisa bekerja sama dengan perusahaan besar Indonesia. |