Background
Vision and Mission
Business Philosophy
Business Strategy
Management
Equity Brokerage
Investment Management
  Platinum B Fund
Company News
General news
IDX (BEI)
SSX (BES)
Equity
Bonds
  Home | About Us | Products & Services | News | Research | Jobs | Contact Us | Site MapEnglish  | Indonesian   
Equity
Bonds
  FOKUS PAGI
PARAMITRA REVIEW

DAILY RESEARCH – PARAMITRA ALFA SEKURITAS

GLOBAL & ECONOMY NEWS

Permintaan Melonjak, Harga CPO Berpeluang Naik

Permintaan Melonjak, Harga CPO Berpeluang Naik Harga CPO bergerak fluktuatif pada perdagangan kemarin. Di awal perdagangan, CPO sempat menyentuh US$ 787,35 per ton, atau naik dari posisi akhir pekan (23/7) di US$ 781,48 per ton. Meski, belakangan, kembali turun ke level US$ 775,8 per ton pada pukul 16.21 WIB. Ada beberapa faktor yang menyebabkan fluktuasi harga CPO. Pertama, harga CPO mengekor pergerakan harga minyak mentah dunia. Menurut Kepala Divisi Pengembangan Bisnis PT Monex Investindo Futures Apelles RT Kawengian, meskipun kemarin minyak koreksi sedikit, namun menurutnya, masih di level yang terkendali di kisaran US$ 77-US$ 78 per barel.Kedua, permintaan CPO dari kawasan Asia justru meningkat jelang hari besar keagamaan. Sementara, suplai di akhir tahun ini terancam turun karena pengaruh cuaca atau badai La Nina di negara produsen. Harga Minyak di Asia Turun di Bawah US$ 76 Di Asia, harga minyak mentah melorot ke bawah level US$ 76 hari ini (19/7). Kondisi ini disebabkan langkah hati-hati investor di kawasan regional atas jatuhnya indeks global dan laporan kinerja sejumlah perusahaan besar. Kontrak harga minyak mentah untuk pengantaran Agustus mengalami penurunan 13 sen menjadi US$ 75,88 per barrel di New York Mercantile Exchange (NYMEX). Padahal pada Jumat (16/7) lalu, kontrak minyak sudah mengalami penurunan 61 sen dan bertengger di level US$ 76,01.

27-07-2010 00:00 (Paramitra)
PARAMITRA REVIEW

DAILY RESEARCH – PARAMITRA ALFA SEKURITAS

Badai Tropis Berpotensi Dongkrak Harga Minyak

Spekulasi akan adanya badai tropis yang mungkin menyerang Teluk Meksiko dan prediksi turunnya cadangan minyak AS mengangkat harga minyak mentah dunia. Kemarin, minyak mentah untuk pengiriman September 2010 di Pasar NYMEX-AS menyentuh US$ 78,22 per barel pada pukul 18.25 WIB. Ini artinya minyak memperpanjang reli sejak awal pekan (19/7), di level US$ 76,9 per barel. Data yang dirilis American Petroleum Institute (API), Selasa (20/7) malam, menyebut cadangan minyak mentah Amerika Serikat turun 241.000 barel menjadi 353,3 juta barel pada pekan lalu. Sementara, Rabu (21/7) malam, Energy Departemen diprediksi bakal merilis penurunan cadangan minyak sebesar 1,2 juta barel. Kenaikan harga juga didukung spekulasi badai tropis yang mungkin memasuki Teluk Meksiko. Badai ini berpotensi mengganggu produksi minyak di kawasan yang menyumbang 31% produksi minyak AS itu. Analis Askap Futures Ibrahim bilang, badai kemungkinan akan menghambat pembersihan sisa minyak yang bocor dan aktivitas penutupan pipa yang bocor. Selain itu, isu geopolitik berperan besar dalam mendongkrak harga emas hitam ini. Ketegangan di Turki semakin memanas setelah kaum pemberontak melakukan aksi kekerasan terhadap prajurit. Ketegangan politik di kawasan Timur Tengah selalu menjadi isu kuat yang mengangkat harga minyak karena dikhawatirkan menghambat suplai minyak dunia.

22-07-2010 00:00 (Paramitra)
PARAMITRA REVIEW

DAILY RESEARCH – PARAMITRA ALFA SEKURITAS

Kinerja Emiten dan Data Perumahan Tentukan Arah Wall Street

Setelah terpukul data ekonomi yang memburuk di akhir pekan lalu, pasar finansial di Wall Street menghadapi tantangan berat untuk pulih dalam sepekan mendatang.Kinerja beberapa emiten besar, terutama di sektor perbankan dan keuangan, akan menentukan nasib bursa saham. Selain itu, laporan data perumahan Amerika Serikat (AS) yang akan keluar juga patut dicermati.Dalam sepekan ini, tak kurang ada 12 emiten komponen Dow Jones Industrial Average (DJIA) yang mengumumkan laporan keuangan kuartal II- 2010. Di antaranya adalah Goldman Sachs Group Inc dan Morgan Stanley. Adapun dari sektor teknologi, Apple Inc, Texas Instruments Inc dan Qualcomm Inc juga akan merilis kinerjanya.Sulit untuk menebak kinerja emiten-emiten tersebut, mengingat, pekan lalu, Intel Corp dan Google Inc melaporkan dua laporan keuangan yang sangat kontras. Yang satu membaik, yang lainnya terpuruk. Selain itu, General Electric Co, Bank of America Corp, dan Citigroup telah melaporkan laba bersih kuartal II yang memburuk dibandingkan setahun sebelumnya.Sementara, dari sisi makro ekonomi, pekan ini, kita juga akan memperoleh gambaran tentang perkembangan industri perumahan AS. Pada hari Selasa akan muncul laporan tentang penjualan rumah di bulan Juni.Para ekonom yang disurvei Reuters memprediksi, angka penjualan rumah yang sudah disesuaikan dengan penjualan musiman (seasonally adjusted) akan turun tipis menjadi 580.000 unit di bulan Juni, dari 593.000 pada bulan sebelumnya.Menyusul berikutnya, pada hari Kamis, data penjualan rumah siap pakai (existing) akan dirilis. Masih menurut survei Reuters, angka penjualan rumah jenis ini akan merosot 8.1% di bulan Juni. Angka ini lebih besar disbanding penurunan di bulan Mei yang hanya 2,2%.

19-07-2010 00:00 (Paramitra)
more news ..

Copyright © 2002-2003 PT Paramitra Alfa Sekuritas. All rights reserved. SI Design.