Fokus Pagi 17 Januari 2020

Market Review​​

• IHSG kemarin ditutup menguat 2.683 poin ke 6,286.048 (-0.043%). Net Foreign Sell sebesar Rp. 832 Milyar pada pasar Reguler.
• Penguatan ini diikuti oleh 6 dari 10 sektor. Sektor Agriculture memimpin Penguatan.

• Dow Jones Industrial Average melonjak 267,42 poin, atau 0,92 persen, menjadi 29.297,64. S&P 500 meningkat 27,52 poin, atau 0,84 persen, menjadi 3.316,81. Indeks Komposit Nasdaq naik 98,44 poin, atau 1,06 persen, menjadi 9.357,13. Wall Street cetak rekor, namun ada indikasi overvalued.

• Sentimen penggerak dari Bursa AS adalah rilis laporan keuangan emiten yang menunjukan hasil yang positif seperti Microsoft bahkan di atas ekspekstasi pasar seperti Morgan Stanley. Rilis Data ekonomi tentang Klaim asuransi pengangguran mingguan yang turun 10.000 menjadi 204.000 juga dinilai positif.

• Dari dalam Negeri, belum ada sentimen positif yang cukup kuat untuk mendorong IHSG selain pasar Global yang masih cukup kondusif. IHSG hari ini diperkirakan sideways cenderung menguat terbatas.

Fokus Pagi 16 Januari 2020

Market Review​​

• IHSG kemarin ditutup melemah 42.041 poin ke 6,283.365 (-0.665%). Net Foreign Sell sebesar Rp. 16.5 Milyar pada pasar Reguler.
• Pelemahan ini diikuti oleh 8 dari 10 sektor. Sektor Agriculture memimpin Pelemahan. • Indeks Dow Jones Industrial Average naik 90,55 poin atau 0,31% ke 29.030,22, S&P 500 naik 6,14 poin atau 0,19% ke 3.269,29 dan Nasdaq Composite naik 7,37 poin atau 0,08% ke 9.259,70

• Sentimen penggerak dari Bursa AS adalah optimisme pelaku pasar mengenai penandatanganan perjanjian AS-China. Inti dari perjanjian adalah janji China untuk membeli produk pertanian AS senilai US$ 200 miliar selama dua tahun dan barang serta jasa lainnya lebih dari US$ 186 miliar. Walaupun pemotongan tarif oleh AS akan dilakukan pasca Pilpres November mendatang, setidaknya ini melegakan pelaku pasar bahwa Perjanjian fase 1 akhirnya selesai dan bersiap menyambut Perjanjian fase 2.

• Dari dalam Negeri, seperti yang diprediksi kemarin bahwa Bursa rawan profit taking. Ada aksi jual yang cukup besar dari dalam Negeri. Selain itu, rilis data Neraca Perdagangan Desember cukup baik. Walaupun masih defisit, namun lebih kecil daripada periode November 2019. IHSG hari ini diprediksi ada peluang Rebound terbatas.

Fokus Pagi 15 Januari 2020

Market Review​​

• IHSG kemarin ditutup menguat 28.839 poin ke 6,325.406 (+0.458%). Net Foreign Buy sebesar Rp. 1.01 Trilyun pada pasar Reguler.
• Penguatan ini diikuti oleh 7 dari 10 sektor. Sektor Miscellaneous Industry memimpin Penguatan.

• Dow Jones Industrial Average naik 32,62 poin atau 0,11% ke 28.939,67, Indeks S&P 500 turun 4,98 poin atau 0,15% ke 3.283,15, Nasdaq Composite turun 22,60 poin atau 024% ke 9.251,33.

• Sentimen penggerak dari Bursa AS adalah kekhawatiran Investor mengenai laporan dimana AS akan mempertahankan tarif barang-barang China sampai November mendatang. Namun hasil akhirnya akan tergantung pada penandatanganan kesepakatan dagang AS-China 15 Januari 2020 ini. • Dari dalam negeri, selain bursa Global yang masih cukup kondusif, hari ini ada rilis data Neraca Perdagangan Desember yang diprediksi masih defisit, namun lebih kecil daripada periode November 2019. Jika data Neraca Perdagangan positif, ini bisa jadi sentimen tambahan untuk Bursa dalam Negeri. Inflow Asing masih cukup besar pada saham-saham unggulan. IHSG hari ini diprediksi masih bisa menguat namun rawan aksi profit taking.

Please reload