PS Research Unilever Indonesia, Tbk. (UNVR.JK)

May 19, 2019

UNVR mencetak pertumbuhan 1,5% YoY pada pendapatan 2018 sebe-sar Rp 41,8 Triliun

Kenaikan pada pendapatan ini ditopang dari penjualan segmen usaha Home and Personal Care yang berkontribusi sebesar 69% terhadap keseluruhan pendapatan yang mengalami peningkatan 2,1% YoY sebesar Rp 28,7 Triliun, ditambah dengan penjualan dari Food and Refreshment yang juga berkontribusi sebesar 31% terhadap pendapatan sebesar Rp 13,1 Triliun dengan pertumbuhan 0,0% YoY. Peningkatan penjualan ini juga disebabkan oleh meningkatnya penjualan di pasar domestic yang mencapai kenaikan sebesar 1,9% secara year on year. Kami memperkirakan untuk tahun 2019 secara pendapatan terjadi kenaikan 2,0% YoY sebesar Rp 42,6 Triliun dengan Home and Personal Care tetap sebagai kontributor terbesar dalam pendapatan.

PS Research Indofood Sukses Makmur, Tbk. (INDF.JK)

May 14, 2019

INDF mencetak pertumbuhan 4,57% YoY pada pendapatan 2018 sebe-sar Rp 73,39 Triliun

Kenaikan pendapatan ini didorong oleh peningkatan penjualan grup Consumer Branded Product (CBP) dan bogasari, dari grup CBP berhasil mencatatkan pertum-buhan total penjualan sebesar 8,9% YoY atau sebesar Rp 38,71 Triliun, kenaikan ini didukung oleh volume penjualan yang meningkat dan harga jual rata-rata. Kemudian dari penjualan bogasari meningkat 11,2% YoY menjadi Rp 21,25 Triliun, akibat kenaikan volume penjualan serta harga jual rata-rata yang lebih tinggi seir-ing peningkatan biaya bahan baku gandum. Sementara dari grup agribisnis mem-bukukan total nilai penjualan sebesar Rp 14,05 Triliun atau turun 10,3% secara YoY. Kami memperkirakan untuk tahun 2019 secara pendapatan terjadi kenaikan 4,96% YoY yang tetap ditopang oleh penjualan grup CBP dan bogasari sebagai pendorong pertumbuhannya sementara dari grup agribisnis masih diikuti ketid-akpastian perekonomian seiring ketegangan perang dagang yang terjadi antara AS dan Tiongkok yang memberikan tekanan cukup besar terhadap harga-harga ko-moditas.

PS Research CIMB Niaga, Tbk. (BNGA.JK)

May 13, 2019

Aset meningkat sebesar 0,18% yoy Rp 266 Triliiun pada tahun 2018

Pertumbuhan aset yang meningkat di karenakan kontribusi dari segmentasi kredit 3,4% yoy sebesar Rp 180 triliun. Pertumbuhan kredit pada tahun 2018 ini lebih rendah di bandingkan pada pertumbuhan kredit tahun 2017 sebesar Rp 5,1% yoy. Kami melihat pertumbuhan yang lambat ini dikarenakan dari sisi likuiditas yang mengetat. Dana pihak ketiga terjadi penurunan –1,3% yoy sebesar Rp 193 Triliun. Penurunan ini dikarenakan keluarnya arus modal dari dalam negeri yang ke luar negeri khususnya ketika The Fed menaikan suku bunga pada tahun 2018 sebanyak empat kali ke level 2,5%. Kami memperkirakan untuk tahun 2019 di perkirakan akan terjadi peningkatan aset sebesar 4,1%, dengan kontribusi kredit meningkat 3,6% yoy menjadi 186 Triliun.

PS Research Hanjaya Mandala Sampoerna, Tbk. (HMSP.JK)

May 06, 2019

HMSP mencetak pertumbuhan 7,7% YoY pada pendapatan 2018 sebe-sar Rp 106,74 Triliun

Penjualan dari pasar dalam negeri masih menjadi kontributor terbesar (99,6%) dalam me-nyumbang pendapatan yang mengalami peningkatan 7,9% YoY sebesar Rp 105,8 Triliun. Dari dalam negeri, penjualan Sigaret Kretek Mesin yang menjadi penyumbang paling besar (70,2%) meningkat 12% YoY sebesar Rp 74,29 Triliun. Pendapatan terbesar kedua (19,5%) yaitu dari Sigaret Kretek Tangan meningkat 5,2% YoY sebesar Rp 20,61 Triliun, dan ketiga dari Sigaret Putih Mesin (10,3%) mengalami penurunan 9,9% YoY sebesar Rp 10,90 Triliun. Sementara dari pasar ekspor hanya berhasil menyumbang 0,4% pada pendapatan yang mengalami penurunan 39% YoY sebesar Rp 408 Miliar. Kami memperkirakan untuk tahun 2019 secara pendapatan terjadi kenaikan 6,2% YoY sebesar Rp 113,39 Triliun dengan bobot penjualan masih pada segmentasi Sigaret Kretek Mesin sebesar 70%.

PS Research Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk. (ICBP.JK)

April 14, 2019

ICBP mencetak pertumbuhan 7,9% YoY pada pendapatan 2018 sebe-sar Rp 38,41 Triliun

Kenaikan pertumbuhan ini berasal dari Divisi Noodles yang masih merupakan kontributor utama terhadap penjualan (65,8%) meningkat 9,3% YoY sebesar Rp 25,25 Triliun. Selanjutnya dari divisi Dairy yang menjadi kontributor terbesar kedua (19,6%) meningkat 6,4% YoY sebesar Rp 7,54 Triliun. Sedangkan divisi Food Sea-sonings yang kontribusinya masih rendah (3,8%) penjualannya juga tumbuh 6,5% YoY sebesar Rp 1,46 Triliun. Kami memperkirakan untuk tahun 2019 secara pen-dapatan terjadi kenaikan 9% YoY sebesar Rp 41,88 Triliun dengan bobot penjualan masih pada divisi Noodles sebesar 65%.

PS Research Bank Tabungan Pensiunan Nasional, Tbk. (BTPN.JK)

February 19, 2019

Pendapatan (interest income) BTPN pada tahun 2018 mengalami kenaikan sebesar 0,56% YoY sebesar Rp 14,1 Triliun

Kenaikan pendapatan dari BTPN di sumbang dari pendapatan shariah yang meningkat 18,6% YoY sebe-sar Rp 3,4 Triliun. Pendapatan syariah memiliki bobot terhadap total pendapatan sebesar 24%. Sedangkan pendapatan bunga (interest income) mengalami penurunan sebesar 4,1% YoY sebesar Rp 10,6 Triliun, dimana bobot dari pendapatan bunga (interest income) sebesar 76% dari total pendapatan. Kami melihat penurunan interest income sejalan dengan portofolio kredit dari segmentasi BPN Purna Bakti (kredit pensiun) yang turun 2,4% YoY sebesar Rp 38,5 Triliun, yang dimana segmentasi dari BPN Purna Bakti menyumbang 56% terhadap portofolio kredit konsolidasi. Kami ekspektasikan pendapatan pada tahun 2019 mengalami peningkatan 4% YoY sebesar Rp 14,6 Triliun. Ekpektasi ini di tunjang dari sisi pendapa-tan shariah yang potensi mengalami kenaikan 17% YoY sebesar Rp 4 Triliun.

PS Research Mitra Adiperkasa, Tbk. (MAPI)

February 28, 2019

MAPI mencetak pertumbuhan 18,3% YoY pada pendapatan Q3 2018 sebesar Rp 16,3 Triliun

Kenaikan pertumbuhan ini berasal dari segmentasi pendapatan retail sales 15,9% YoY sebesar Rp 11,2 Triliun. Sedangkan untuk pertumbuhan yang paling besar yakni penjualan kafe dan restoran dengan 20,7% YoY sebesar Rp 2,1 Triliun. Kami memperkirakan untuk tahun 2018 secara pendapatan terjadi kenaikan 19,8% YoY sebesar Rp 21,09 Triliun dengan bobot penjualan masih pada segmentasi retail sales sebesar 92%.

PS Research CIMB Niaga, Tbk. (BNGA)

February 28, 2019

BNGA mencetakkan pendapatan bunga-neto pada Q3 2018 penurunan sebesar 3,8% YoY sebesar Rp 9 Triliun

Penurunan pendapatan bunga (net) dari saham BNGA di karenakan kredit yang di berikan (loans) mengalami penurunan 1,3% YoY sebesar Rp 4,3 Triliun. Sedangkan untuk pendapa-tan efek-efek obligasi pemerintah mengalami kenaikan 21% YoY sebesar Rp 590 Miliar. Kami memperkirakan untuk proyeksi tahun 2018 kenaikan sebesar 3,4% YoY menjadi Rp 12,8 Triliun. Kenaikan ini dikarenakan adanya jangka waktu perjanjian kredit di bawah 1 tahun yang mengalami kenaikan sebesar 12% YoY pada tahun 2018 sebesar Rp 28,37 triliun.

PS Research Gudang Garam, Tbk. (GGRM)

Slow but Sure : Revenue Rose 10.07%, EPS Growth Slightly

GGRM merilis laporan kinerja kuartal I/2018 setelah melewati proses bisnis hingga bulan Maret 2018 dimana pendapatan mengalami pertumbuhan 10.07% y-y, laba kotor meningkat 0.35% y-y, dan laba bersih tumbuh tipis +0.14% y-y. EPS juga meningkat
tipis 0.1% y-y.

PS Research Ramayana Lestari Sentosa, Tbk. (RALS)

Strategi Inovatif dan Efisiensi menjadi Senjata Utama

Laba Bersih Sesuai dengan Estimasi 

Ramayana Lestari Sentosa (RALS.JK/RALS.IJ) mencatatkan penjualan tahunan sebesar Rp5.6 Triliun dan (-4% y-y) dan Rp1.02 Triliun (+30.7% q-q) pada kuartal IV/2017 dengan total laba bersih sebesar Rp406.58 (+0.33% y-y).

 

Turunnya penjualan RALS disebabkan oleh meruginya bisnis swalayan sebesar Rp25 Triliun (-63% y-y) dari tahun sebelumnya. Meskipun RALS memutuskan untuk lebih efisien dalam bisnis swalayan, management sangat selektif untuk menutup bisnis tersebut oleh sebab berpengaruhnya penutupan gerai swalayan terhadap bisnis utama penjualan pakaian dan aksesoris.

PS Research Matahari Departement Store Tbk. (LPPF)

Tetap Kuat Mengikuti Selera Pasar

Bertahan di Tingginya Tantangan
Matahari Departement Store (MDS/LPPF.IJ) mencatatkan penjualan sebesar Rp6.5 Triliun (+1.2% y-y) pada kuartal IV/2017 dengan total laba bersih sebesar Rp1.9 Triliun (-5.57% y-y). Selain itu, LPPF juga mencatatkan peningkatan Same Store Sales Growth (SSSG) sebesar 3.7% (+1% di Q4) meskipun secara y-y mengalami penurunan (-1.2% y-y)

 

Tipisnya margin pertumbuhan pendapatan dan turunnya laba bersih LPPF disebabkan oleh dampak melemahnya daya beli masyarakat pada tahun 2017, berubahnya gaya berbelanja masyarakat, dan tingginya biaya sewa pada beban usaha yang memiliki penetrasi sebesar 36% dengan nilai Rp1.3 Triliun (+10.94% y-y) secara keseluruhan dari total beban usaha . Namun, LPPF masih mampu mempertahankan eksistensi bisnis ritel dengan tetap mempertahankan pertumbuhan penjualan di tahun 2017.

Please reload