RISET HARIAN

Tim riset kami yang handal telah melakukan analisis sistematis dalam berita terbaru, flaktuasi teknikal, dan riset fundamental untuk memastikan para klien kami selalu memiliki informasi terbaik dalam pasar modal.

Fokus Pagi 24 Januari 2020

Market Review​​

• IHSG kemarin ditutup menguat 15.757 poin ke 6,249.210 (+0.253%). Net Foreign Sell sebesar Rp. 348.1 Milyar pada pasar Reguler.
• Penguatan ini diikuti oleh 7 dari 10 sektor. Sektor Basic Industry and Chemicals memimpin Penguatan.

• Indeks Dow Jones Industrial Average turun 26,18 poin atau 0,09%, menjadi 29.160,09 poin. Indeks S&P 500 naik 3,79 poin atau 0,11%, menjadi 3.325,54 poin. Indeks Komposit Nasdaq naik 18,71 poin atau 0,2% menjadi berakhir di 9.402,48 poin.

• Wall Street bergerak cenderung bergerak sideways di tengah kekhawatiran mengenai Virus Corona. WHO belum menetapkan wabah Corona sebagai darurat kesehatan.

• Dari dalam negeri maupun pasar Global, selain tentang wabah Corona, IHSG masih minim sentimen positif. Rilis data Suku Bunga oleh BI juga sesuai perkiraan. Tidak ada stimulus tambahan untuk perekonomian Indonesia dan bagi pasar. IHSG hari ini diperkirakan sideways cenderung melemah terbatas.

Fokus Pagi 23 Januari 2020

Market Review​​

• IHSG kemarin ditutup melemah 4.700 poin ke 6,233.453 (-0.075%). Net Foreign Buy sebesar Rp. 271.8 Milyar pada pasar Reguler.
• Pelemahan ini diikuti oleh 6 dari 10 sektor. Sektor Mining memimpin Pelemahan.

• indeks Dow Jones Industrial Average turun 9,63 poin atau 0,03 persen menjadi 29.186,41 poin. Indeks S&P 500 ditutup sedikit menguat 0,98 poin atau 0,03 persen, menjadi 3.321,77 poin. Indeks Komposit Nasdaq naik 12,96 poin atau 0,14 persen menjadi ditutup di 9.383,77 poin.

• Wall Street bergerak sideways di tengah rilis laporan keuangan Emiten. Beberapa emiten teknologi seperti IBM yang naik 3.4% mendorong Wall Street di tengah kekhawatiran tentang virus Corona. Pemerintah Cina menyeruksn rumah sakit meningkatkan tindakan pencegahan dan pejabat pemerintah merekomendasikan agar orang tidak masuk atau meninggalkan Wuhan.

• Dari dalam negeri, IHSG masih minim sentimen positif. Hari ini ada rilis data Suku Bunga oleh BI yang diprediksi tidak berubah pada 5%. IHSG hari ini diperkirakan masih melemah.

Fokus Pagi 22 Januari 2020

Market Review​​

• IHSG kemarin ditutup melemah 6.890 poin ke 6,238.153 (-0.110%). Net Foreign Sell sebesar Rp. 443 Milyar pada pasar Reguler.
• Penguatan ini diikuti oleh semua sektor. Sektor Agriculture memimpin Pelemahan.

• Dow Jones Industrial Average turun 152,06 poin atau 0,52 persen menjadi 29.196,04, indeks S&P 500 turun 8,82 poin atau 0,26 persen menjadi 3.320,8, dan Nasdaq Composite turun 18,14 poin atau 0,19 persen menjadi 9.370,81.

• Sentimen penggerak Bursa Saham AS adalah pemangkasan pertumbuhan ekonomi Global untuk tahun 2020 dan 2021 oleh International Monetary Fund (IMF). Untuk tahun 2019 dipangkas dari 3% ke 2.9%. Untuk tahun 2020 dipangkas dari 3.4% menjadi 3.3%. Dan Untuk tahun 2021 dipangkas dari 3.6% menjadi 3.4%. Salah satu alasan pemangkasan adalah potensi memburuknya hubungan antara AS dan mitra dagangnya. Selain itu, kekhawatiran penyebaran virus Corona pertama kali di AS juga berdampak pada pasar.

• Dari dalam negeri, penurunan bursa Global dan bursa Asia dapat berdampak pada IHSG yang juga minim sentimen positif. IHSG hari ini masih berpeluang tertekan.

Please reload