IDX ~ |
| COMPOSITE |
|
3096.8160 |
 |
39.34 (1.29%) |
| AGRI |
|
1678.5700 |
 |
0.69 (0.04%) |
| MINING |
|
2305.5830 |
 |
4.46 (0.19%) |
| BASIC-IND |
|
339.8070 |
 |
6.57 (1.97%) |
| MISC-IND |
|
889.0590 |
 |
27.63 (3.21%) |
| CONSUMER |
|
1010.6140 |
 |
28.60 (2.91%) |
PROPERTY |
|
167.2030 |
 |
0.91 (0.55%) |
INFRASTRUC |
|
738.2090 |
 |
-3.61 (-0.49%) |
FINANCE |
|
401.3130 |
 |
6.06 (1.53%) |
TRADE |
|
330.7830 |
 |
4.00 (1.22%) |
|
|
|
|
|
|
NEWS |
| Bursa Indonesia Dibayangi Aksi Ambil Untung Awal transaksi, indeks di BEI melemah tipis 4,01 poin (0,13 persen) ke level 3.092,81. | | Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya mengalami tekanan jual saat mengawali transaksinya akhir pekan ini, Jumat 30 Juli 2010.
Menurut tim riset PT Phillip Securities Indonesia, terjadinya aksi ambil untung (profit taking) yang dilakukan investor dinilai menjadi pemicu melemahnya bursa Indonesia saat perdagangan dibuka. Hal itu seiring tekanan jual yang terjadi di bursa global maupun regional.
| | 30-07-2010 09:47 (vivanews.com) |  | | Wow, Laba MNC Naik 58,8% | | JAKARTA - PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mencatatkan kenaikan laba bersih pada periode semester I-2010 sebesar 58,8 persen menjadi Rp396,88 miliar, bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp249,926 miliar.
Peningkatan tersebut dipicu oleh naiknya pendapatan usaha pada divisi iklan perseroan selama semester I-2010 sebesar 29,06 persen menjadi Rp1,874 triliun, bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,452 triliun. Sedangkan pos non ilklan perseroan juga mengalami peningkatan menjadi Rp44,312 miliar, bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp42,16 miliar. | | 30-07-2010 09:11 (okezone.com) |  | | Saham LPLI Bakal Dikerek ke Rp400 | | Jakarta - Star Pacific Tbk (LPLI) dikabarkan telah mendapatkan pinjaman dari perbankan guna mendukung modal kerja perseroan. | | 29-07-2010 10:02 (inilah.com) |  | | Kinerja Emiten Topang IHSG di Area Positif | | Meski bursa saham global maupun regional bergerak negatif, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih mengawali transaksi hari ini, Kamis 29 Juli 2010 dengan penguatan.
Menurut tim riset PT Mega Capital Indonesia, meski sentimen negatif bursa global dan regional serta harga komoditas diprediksi akan membebani laju indeks. Namun, kinerja dari emiten lokal yang cukup bagus mampu menopang pergerakan IHSG. | | 29-07-2010 09:52 (vivanews.com) |  | | IHSG Gagal Tembus Level Tertinggi! | | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka hanya naik tipis, yakni cuma empat poin. Indeks saham belum mampu menembus level tertingginya pada pembukaan pagi ini. Pasalnya, bursa di kawasan Asia Pasifik dan global, cenderung dibuka melemah.
Sebelumnya, IHSG Senin 26 Juli lalu, sempat menyentuh level tertinggi 3.062,95. Sementara itu, beberapa sektor cenderung terkoreksi, seperti sektor pertambangan yang turun hingga 10,83 poin, sektor perkebunan terkoreksi 4,5 poin, sektor infrastruktur melemah 6,01 poin, dan sektor properti turun tipis sebesar 0,04 poin.
IHSG pada perdagangan Kamis (29/7/2010) dibuka menguat sebanyak 4,026 poin atau 0,13 persen ke 3.061,501. Indeks LQ45 naik tipis 1,173 poin ke 589,611 dan Jakarta Islamic Indeks (JII) ikut naik 1,765 poin ke 481,948.
| | 29-07-2010 09:37 (okezone.com) |  |
|
FOKUS PAGI |
| PARAMITRA REVIEW DAILY RESEARCH – PARAMITRA ALFA SEKURITAS | | GLOBAL & ECONOMY NEWS
Permintaan Melonjak, Harga CPO Berpeluang Naik
Permintaan Melonjak, Harga CPO Berpeluang Naik
Harga CPO bergerak fluktuatif pada perdagangan kemarin. Di awal
perdagangan, CPO sempat menyentuh US$ 787,35 per ton, atau
naik dari posisi akhir pekan (23/7) di US$ 781,48 per ton. Meski,
belakangan, kembali turun ke level US$ 775,8 per ton pada pukul
16.21 WIB. Ada beberapa faktor yang menyebabkan fluktuasi harga
CPO. Pertama, harga CPO mengekor pergerakan harga minyak
mentah dunia. Menurut Kepala Divisi Pengembangan Bisnis PT
Monex Investindo Futures Apelles RT Kawengian, meskipun kemarin
minyak koreksi sedikit, namun menurutnya, masih di level yang
terkendali di kisaran US$ 77-US$ 78 per barel.Kedua, permintaan
CPO dari kawasan Asia justru meningkat jelang hari besar
keagamaan. Sementara, suplai di akhir tahun ini terancam turun
karena pengaruh cuaca atau badai La Nina di negara produsen.
Harga Minyak di Asia Turun di Bawah US$ 76
Di Asia, harga minyak mentah melorot ke bawah level US$ 76 hari ini
(19/7). Kondisi ini disebabkan langkah hati-hati investor di kawasan
regional atas jatuhnya indeks global dan laporan kinerja sejumlah
perusahaan besar. Kontrak harga minyak mentah untuk pengantaran
Agustus mengalami penurunan 13 sen menjadi US$ 75,88 per barrel
di New York Mercantile Exchange (NYMEX). Padahal pada Jumat
(16/7) lalu, kontrak minyak sudah mengalami penurunan 61 sen dan
bertengger di level US$ 76,01. | | 27-07-2010 00:00 (Paramitra) |  | | PARAMITRA REVIEW DAILY RESEARCH – PARAMITRA ALFA SEKURITAS | | Badai Tropis Berpotensi Dongkrak Harga Minyak
Spekulasi akan adanya badai tropis yang mungkin menyerang Teluk
Meksiko dan prediksi turunnya cadangan minyak AS mengangkat
harga minyak mentah dunia. Kemarin, minyak mentah untuk
pengiriman September 2010 di Pasar NYMEX-AS menyentuh US$
78,22 per barel pada pukul 18.25 WIB. Ini artinya minyak
memperpanjang reli sejak awal pekan (19/7), di level US$ 76,9 per
barel. Data yang dirilis American Petroleum Institute (API), Selasa
(20/7) malam, menyebut cadangan minyak mentah Amerika Serikat
turun 241.000 barel menjadi 353,3 juta barel pada pekan lalu.
Sementara, Rabu (21/7) malam, Energy Departemen diprediksi bakal
merilis penurunan cadangan minyak sebesar 1,2 juta barel. Kenaikan
harga juga didukung spekulasi badai tropis yang mungkin memasuki
Teluk Meksiko. Badai ini berpotensi mengganggu produksi minyak di
kawasan yang menyumbang 31% produksi minyak AS itu. Analis
Askap Futures Ibrahim bilang, badai kemungkinan akan
menghambat pembersihan sisa minyak yang bocor dan aktivitas
penutupan pipa yang bocor. Selain itu, isu geopolitik berperan besar
dalam mendongkrak harga emas hitam ini. Ketegangan di Turki
semakin memanas setelah kaum pemberontak melakukan aksi
kekerasan terhadap prajurit. Ketegangan politik di kawasan Timur
Tengah selalu menjadi isu kuat yang mengangkat harga minyak
karena dikhawatirkan menghambat suplai minyak dunia. | | 22-07-2010 00:00 (Paramitra) |  | | PARAMITRA REVIEW DAILY RESEARCH – PARAMITRA ALFA SEKURITAS | | Kinerja Emiten dan Data Perumahan Tentukan Arah Wall Street
Setelah terpukul data ekonomi yang memburuk di akhir pekan lalu,
pasar finansial di Wall Street menghadapi tantangan berat untuk
pulih dalam sepekan mendatang.Kinerja beberapa emiten besar,
terutama di sektor perbankan dan keuangan, akan menentukan
nasib bursa saham. Selain itu, laporan data perumahan Amerika
Serikat (AS) yang akan keluar juga patut dicermati.Dalam sepekan
ini, tak kurang ada 12 emiten komponen Dow Jones Industrial
Average (DJIA) yang mengumumkan laporan keuangan kuartal II-
2010. Di antaranya adalah Goldman Sachs Group Inc dan Morgan
Stanley. Adapun dari sektor teknologi, Apple Inc, Texas Instruments
Inc dan Qualcomm Inc juga akan merilis kinerjanya.Sulit untuk
menebak kinerja emiten-emiten tersebut, mengingat, pekan lalu, Intel
Corp dan Google Inc melaporkan dua laporan keuangan yang sangat
kontras. Yang satu membaik, yang lainnya terpuruk. Selain itu,
General Electric Co, Bank of America Corp, dan Citigroup telah
melaporkan laba bersih kuartal II yang memburuk dibandingkan
setahun sebelumnya.Sementara, dari sisi makro ekonomi, pekan ini,
kita juga akan memperoleh gambaran tentang perkembangan
industri perumahan AS. Pada hari Selasa akan muncul laporan
tentang penjualan rumah di bulan Juni.Para ekonom yang disurvei
Reuters memprediksi, angka penjualan rumah yang sudah
disesuaikan dengan penjualan musiman (seasonally adjusted) akan
turun tipis menjadi 580.000 unit di bulan Juni, dari 593.000 pada
bulan sebelumnya.Menyusul berikutnya, pada hari Kamis, data
penjualan rumah siap pakai (existing) akan dirilis. Masih menurut
survei Reuters, angka penjualan rumah jenis ini akan merosot 8.1%
di bulan Juni. Angka ini lebih besar disbanding penurunan di bulan
Mei yang hanya 2,2%. | | 19-07-2010 00:00 (Paramitra) |  |
|
|
|