IDX ~ |
| COMPOSITE |
|
2475.5720 |
 |
-43.40 (-1.72%) |
| AGRI |
|
1794.7590 |
 |
-23.35 (-1.28%) |
| MINING |
|
2135.9980 |
 |
-32.46 (-1.50%) |
| BASIC-IND |
|
269.1790 |
 |
-1.05 (-0.39%) |
| MISC-IND |
|
589.8280 |
 |
-11.33 (-1.88%) |
| CONSUMER |
|
679.1870 |
 |
-18.67 (-2.68%) |
PROPERTY |
|
152.3220 |
 |
-2.80 (-1.81%) |
INFRASTRUC |
|
680.1070 |
 |
-15.72 (-2.26%) |
FINANCE |
|
291.6110 |
 |
-3.89 (-1.32%) |
TRADE |
|
283.4380 |
 |
-7.13 (-2.46%) |
|
|
|
|
|
|
NEWS |
| IHSG & Rupiah Rebound | | Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia dan Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akhirnya berbalik arah positif (rebound) di akhir transaksi.
Menurut analis PT BNI Securities Akhmad Nurcahyadi, pergerakan beberapa bursa regional Asia yang mengalami rebound dan kenaikan beberapa harga komoditas dunia menjadi beberapa faktor penggerak bursa dalam negeri pada hari ini.
"Penguatan mata uang lokal kita terhadap dolar AS turut memberikan angin segar ke pergerakan IHSG," kata dia kepada VIVAnews di Jakarta, Selasa, 9 Februari 2010.
| | 09-02-2010 16:23 (vivanews.com) |  | | IPO Krakatau Steel Ditargetkan November 2010 | | Jakarta - Direktur Utama PT Krakatau Steel, Aswar Bujang menegaskan rencana initial publik offering (IPO) PT KS akan dilaksanakan pada November 2010, dengan menggunakan laporan keuangan terakhir per 31 Juli 2010 | | 08-02-2010 10:58 (inilah.com) |  | | IHSG Awali Pekan dengan Terkoreksi Tipis | | JAKARTA - Setelah pada akhir pekan kemarin Indeks harga saham gabungan (IHSG) diakhiri dengan koreksi yang sangat dalam hingga ke level 2.500. Saat ini, IHSG dibuka terkoreksi tipis.
Indeks saham pada perdagangan Senin (8/2/2010) melemah 2,62 poin atau setara 0,10 persen ke posisi 2.516,36. Pelemahan tipis ini dikarenakan membuncahnya saham-saham di sektor teknologi di bursa saham Wall Street.
| | 08-02-2010 09:47 (okezone.com) |  | | IHSG Anjlok 52 Poin | | VIVAnews - Minimnya sentimen positif di pasar saham domestik dan penurunan bursa regional Asia, mendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak melemah di awal transaksi Jumat 5 Februari 2010. | | 05-02-2010 09:37 (vivanews.com) |  | | Penguatan Dolar AS Siap Gerus Rupiah | | INILAH.COM, Jakarta – Rupiah Jumat (5/2) akan melanjutkan pelemahan seiring penguatan dolar AS. Data suku bunga Bank of England dan tenaga kerja AS menjadi katalisnya. | | 05-02-2010 08:15 (inilah.com) |  |
|
FOKUS PAGI |
| PARAMITRA REVIEW Dow Jones dan minyak dunia kembali melemah, IHSG kembali berpotensi tertekan. | | IHSG kembali melemah pada penutupan sesi perdagangan Senin
kemarin di posisi -1.72% (43.4 poin) di level 2475.57 dengan total
nilai transaksi reguler tercatat sebesar Rp 4.12 triliun dan asing
kembali netsell luar biasa besar sebesar Rp 1.4 triliun. Memburuknya
bursa regional terus menekan bursa, sehingga IHSG akhirnya pada
sesi siang bertengger di 2.431.84 sebelum berhasil rebound dan
akhirnya ditutup di 2.475.57. Bumi Resources (BUMI) tercatat
menjadi saham yang paling banyak dijual investor asing, dimana
asing tercatat menjual 92.777.500 saham BUMI dari total
perdagangannya 324.190.000 lembar senilai Rp763,95 miliar.
Pelemahan yang terjadi masih diakibatkan adanya ancaman gagal
bayar yang dialami Yunani, Portugal dan Spanyol menghawatirkan
terjadinya krisis masih akan terus berlanjut. Sementara sentimen
negatif dari dalam negeri datang dari Telkom yang kemarin
terkoreksi hingga Rp 250 (2,79%) setelah Kementerian BUMN
mengumumkan laba bersih BUMN ini turun menjadi Rp 9,3 triliun
di 2009 dari sebelumnya Rp 10,619 triliun.
Pagi ini bursa AS kembali terkoreksi masih ditengah kekhawatiran
mengenai masalah utang di zona eropa. Dow ditutup melemah di
bawag level 10,000 untuk pertama kalinya dalam 3 bulan terakhir
atau tepatnya pada posisi -1.04% (103.84 poin) di 9908.39 dan
Nasdaq Composite ditutup melemah pada posisi -0.7% (15.07 poin).
Efek gabungan dari krisis keuangan Eropa terus memunculkan
banyak kekhawatiran baru terkait kondisi pemulihan ekonomi global,
ditambah dengan kebijakan tight money policy China serta regulasi
baru di sektor finansial AS terutama banyak menekan saham-saham
di sektor perbankan semalam. | | 09-02-2010 00:00 (Paramitra) |  | | PARAMITRA REVIEW Krisis Eropa tekan bursa dunia. IHSG pagi ini berpotensi kembali tertekan | | IHSG ditutup melemah signifikan pada akhir minggu lalu di posisi -2.8%
(74.24 poin) di level 2518.98 dengan total nilai transaksi reguler sebesar Rp
3.88 triliun dan asing tercatat netsell hampir mencapai Rp 1 triliun atau
tepatnya sebesar Rp996.2 miliar. sentimen negatif regional masih menjadi
pemicu utama pelemahan indeks terutama terkait tekanan finansial di
beberapa negara Eropa, membuat pasar mulai meragukan kelanjutan
pemulihan ekonomi. Masalah utang sejumlah negara Eropa seperti Spanyol,
Portugal dan Yunani yang berpotensi gagal bayar mewarnai pergerakan
indeks karena negara-negara kreditur yang memberi utang kepada 3 negara
tersebut berpotensi terguncang jika benar-benar terjadi gagal bayar Dan
tidak hanya IHSG saja yang ditutup melemah minggu lalu, rata-rata bursa
Asia pun ditutup melemah seperti Indeks Komposit Shanghai -1,87%
(55,91 poin), Indeks Hang Seng -3,33% (676,56 poin), Indeks Nikkei-225 -
2,89% (298,89 poin), Indeks Straits Times -2,13% (58,52 poin), dan Indeks
Komposit Seoul -3,05% (49,30 poin).
Bursa AS menutup minggu lalu dengan menguat tipis setelah sebelumnya
sempat melemah akibat data tenaga kerja dalam negeri AS dan masalah
kebijakan fiskal di Eropa. Dow ditutup menguat tipis di posisi +0.10%
(10.05 poin) dan Nasdaq Composite menguat di posisi +0.74% (16.69
poin). Indeks sempat bergerak di area negative setelah departemen Tenega
Kerja AS melaporkan bahwa terdapat 20,000 orang kehilangan pekerjaan
selama bulan Januari 2010 lalu, melampaui ekspektasi di level 15,000.
Namun tingkat pengangguran secara tidak terduga turun ke level 9.7% dari
posisi sebelumnya di 10%. Investor juga terlihat mulai memburu sahamsaham
di sektor teknologi terkait kondisi harga yang sudah relatif murah
akibat tekanan sebelumnya
Sementara pagi ini bursa regional Asia dibuka mixed. Nikkei Jepang pagi
ini dibuka melemah di posisi -0.49% (49.38 poin) dipicu oleh penguatan
nilai tukar Yen terkait krisis yang saat ini terjadi di Eropa, namun berhasil
menguat meski masih di area negatif di -0.23% (23.14 poin) setelah Toyota
berhasil rebound pagi ini setelah mengeluarkan pernyataan akan
mengundang ahli dari luar untuk me-review quality control perusahaan. STI
Singapura pagi ini berhasil dibuka menguat dan terpantau berada pada
posisi +0.58% (15.61 poin) | | 08-02-2010 00:00 (Paramitra) |  | | PARAMITRA REVIEW IHSG berpotensi turun | | IHSG kembali ditutup melemah di posisi -0.43% (11.33 poin) di
level 2.593,22 dengan total nilai transaksi regular tercatat sebesar
Rp2.63 triliun dan asing tercatat netbuy sebesar Rp 130.38 miliar.
Indeks LQ 45 juga turun 2,957 poin (0,58%) ke level 505,179.
Koreksi kemarin dipimpin oleh sektor infrastruktur disusul financial
terkait masalah financial yang saat ini sedang melilit beberapa
Negara di Eropa. Sementara dari dalam negeri, RDG Bank
Indonesia pada siang kemarin mengambil keputusan untuk tetap
mempertahankan BI Rate pada level sebelumnya di 6,5% dengan
pertimbangan bahwa pada level tersebut akan masih konsisten
dengan target inflasi tahun 2010 sebesar 5% plus minus 1%.
Pagi ini bursa AS kembali ditutup ditutup melemah cukup dalam
terkait peningkatan tak terduga dari data initial jobless claims di
minggu terakhir januari 2010 serta masalah finansial yang saat ini
melanda Yunani , Spanyol, dan Portugal. Dow ditutup melemah
pada posisi -2.61% (268.37 poin) dan Nasdaq Composite pun
melemah di posisi -2.99% (65.48 poin) setelah Departemen Tenaga
Kerja AS melaporkan bahwa initial jobless claims di minggu
terakhir januari 2010 naik di level 480,000 dari posisi minggu
sebelumnya di level 472,000. Hal itu tidak sesuai dengan ekspektasi
yang memperkirakan bahwa initial jobless claims akan turun ke
level 455,000. sementara harga minyak mentah kembali terkoreksi
semalam dan menyentuh level harga US$73/barel. Harga acuan
minyak untuk kontrak Maret turun US$3,84 ke US$73,14 per barel
pada New York Mercantile Exchange yang merupakan penurunan
terbesar dalam 4 bulan terakhir. | | 05-02-2010 00:00 (Paramitra) |  |
|
|
|